Total Pageviews

Wednesday, October 26, 2011

Tentang Hujan


"A rose must remain with the sun and the rain or its lovely promise won't come true"
Ray Evans

Hujan. Dari dulu aku suka hujan. Deru suaranya ketika menyentuh atap. Bau yang dibawanya sesaat setelah menghujam bumi. Sejuk yang mengikuti ketika akhirnya dia datang. Keindahan yang sederhana.

Hujan membawa banyak kisah untukku. Kebanyakan sih kisah-kisah romantis hehehe... Kisah tentang aku dan dia; suamiku. Cerita kita dimulai saat musim hujan. Masih segar di ingatan saat-saat kita roadtrip. Bercanda, ngobrol ngalor-ngidul, nyanyi-nyanyi gak karuan di mobil. Setiap road trip itu pula hujan turun. Hingga dia menyebutku dewi hujan!! I love the chill in the skin every time rain falls and we have our road trips. Dingin yang terasa hangat di hati. Aneh juga ya, dingin, tapi hangat. Sampai sekarang hujan membawa kegalauan yang indah akan masa-masa pacaran dulu (maklum, sekarang udah ada buntutnya, jadi agak susah yah untuk pacaran berdua aja). Kami berdua selalu suka dengan hujan.

Hujan bagiku adalah sesuatu yang indah. Ada dingin dan sendu yang hangat. So beautiful. The type of weather you'd produce a love poem/letter in! Gak tau deh udah berapa puisi yang kubuat saat hujan (agak lebay dikit, sebenarnya masih bisa diitung pake jari hehe). Hujan indah karena ia adalah makanan bagi jiwa. Membangkitkan sisi kanak-kanakku. Pernah ga, ngerasa pengen berlarian menari dibawah hujan? Just to be a kid again; fun and free. Hujan membasuh jiwa yang kering, sama seperti saat ia membasuh bumi yang lama merindukan sapaannya. Pernah suatu saat meditasi pas hujan turun. Rasanya luar biasa damai. Dia juga menyapaku. Membersihkanku. Saat itu aku merasa hujan turun bukan hanya untuk membasahi bumi, tapi juga jagat raya jiwa kita. Indah sekali. Aku bahkan masih bisa merasakannya saat ini, detik ini. Rasanya seperti mandi, tapi yang dimandiin soulnya. Kebayang gak segernya? Kayak ngerasa gerah, trus akhirnya bisa mandi pake air dingiiin gitu. Mungkin bisa dicoba sendiri yaah buat memastikan betapa segarnya!

Selamat mencoba!

"A rose must remain with the sun and the rain or its lovely promise won't come true"


Tuesday, October 25, 2011

Belajar Upgrade Blog

"Men can do things if they will"
Leon Battista Alberti

Weeew... Tak terasa udah pukul 12.30! Akhirnya blog ini bisa tampil seperti sekarang. Capek juga, dari tadi buka laman ini laman itu untuk belajar menyatukan berbagai detail-detail kecil untuk menjadikan blog ini, blog ini. Seru! Mulai milih-milih background sampe akhirnya nemuin cara untuk nampilin icon dan gambar-gambar seru. Sesuatu yang baru. Sesuatu yang tadinya kuanggap bukan sesuatu yang bisa kulakukan sendiri. Hampir saja putus asa (lebay) dan bingung juga tadi. Tapi dengan kegigihan bertrial-and-error akhirnya selesai juga! Ternyata aku bisa! Seperti kata Leon Battista Alberti, "Men can do things if they will". Manusia bisa melakukan apa saja jika dia berkemauan. Naah kemauan saya adalah untuk mempercantik blog ini sesuai dengan karakter saya. Romantis. Suka dengan detail. Agak complicated. Tapi simpel.

Enjoy!

Tragedi

Menelisik sejarah kehidupanku, kata 'tragedi' sering memenuhi liku jalan. Sebenarnya aku tak pernah ambil pusing dengan kejadian-kejadian itu, walaupun terkadang ada saat-saat dimana aku merasa begitu hina. Pagi ini ada kejadian yang membuatku terusik. Mempertanyakan kata tragedi. Ternyata benar kata orang, bahwa segala sesuatu bersifat relatif. Tergantung bagaimana kita melihatnya. Mungkin bagi ibuku sendiri kehidupanku penuh dengan tragedi. Mungkin ada bagian diriku yang beranggapan sama. Tapi tadi pagi aku merenung. Tragedi itu hanya sebuah kata, sebuah label yang diberikan seseorang atas suatu peristiwa berdasarkan pemaknaannya sendiri. Apersepsi. Benar bahwa liku hidup terkadang tidak semulus aspal jalan bebas hambatan di luar negeri. Seringkali kita jatuh. Sebagian besar orang menganggapnya sebagai kegagalan. Azab dari Tuhan. Murka Tuhan. Tapi apakah lantas kita hanya semakin terpuruk, tenggelam dalam asumsi-asumsi pikir kita yang belum tentu benar. Atau kita berhenti sejenak. Menarik nafas dan membuka hati? Bukankah Tuhan itu Maha Pengasih dan Penyayang? Rahmatnya melampaui segalanya. Kenapa masih sempet-sempetnya iseng ngerjain ciptaannya?! Tak mungkin. Segala yang terjadi dalam hidup, baik yang kita label 'baik' atau 'buruk', hanyalah rentetan kejadian yang sesungguhnya membawa kita padaNya. Dan jika kita harus memberi label, maka semuanya adalah baik, sepahit apapun kenyataannya. Tragedi hanyalah sebuah kata. Tidak lebih.