Total Pageviews

Tuesday, October 25, 2011

Tragedi

Menelisik sejarah kehidupanku, kata 'tragedi' sering memenuhi liku jalan. Sebenarnya aku tak pernah ambil pusing dengan kejadian-kejadian itu, walaupun terkadang ada saat-saat dimana aku merasa begitu hina. Pagi ini ada kejadian yang membuatku terusik. Mempertanyakan kata tragedi. Ternyata benar kata orang, bahwa segala sesuatu bersifat relatif. Tergantung bagaimana kita melihatnya. Mungkin bagi ibuku sendiri kehidupanku penuh dengan tragedi. Mungkin ada bagian diriku yang beranggapan sama. Tapi tadi pagi aku merenung. Tragedi itu hanya sebuah kata, sebuah label yang diberikan seseorang atas suatu peristiwa berdasarkan pemaknaannya sendiri. Apersepsi. Benar bahwa liku hidup terkadang tidak semulus aspal jalan bebas hambatan di luar negeri. Seringkali kita jatuh. Sebagian besar orang menganggapnya sebagai kegagalan. Azab dari Tuhan. Murka Tuhan. Tapi apakah lantas kita hanya semakin terpuruk, tenggelam dalam asumsi-asumsi pikir kita yang belum tentu benar. Atau kita berhenti sejenak. Menarik nafas dan membuka hati? Bukankah Tuhan itu Maha Pengasih dan Penyayang? Rahmatnya melampaui segalanya. Kenapa masih sempet-sempetnya iseng ngerjain ciptaannya?! Tak mungkin. Segala yang terjadi dalam hidup, baik yang kita label 'baik' atau 'buruk', hanyalah rentetan kejadian yang sesungguhnya membawa kita padaNya. Dan jika kita harus memberi label, maka semuanya adalah baik, sepahit apapun kenyataannya. Tragedi hanyalah sebuah kata. Tidak lebih.

No comments:

Post a Comment